Keutamaan Konsumsi Susu Kalsium

susu kalsium
susu kalsium

Kalsium satu elemen kimia yang memiliki simbol Ca dan nomor atom 20. Kalsium adalah mineral penting yang paling banyak dibutuhkan sama manusia. Kalsium bermanfaat untuk membantu proses pembangunan tulang dan gigi serta diperlukan dalam pembekuan darah, kontraksi otot, transmisi sinyal di sel saraf. Kalsium dapat membantu meredam berjalannya osteoporosis. Kalsium dapat berperan dalam turunkan tekanan darah serta dapat untuk turunkan efek terkena penyakit kardiovaskuler di wanita post-menopause.

Setelah umur melalui 20 tahun, umumnya tubuh manusia akan mulai alami pengurangan kalsium kurang lebih seputar 1% per tahun. Bila setelah umur melalui 50 tahun, jumlah kandungan kalsium akan menyusut seputar 30%. Kehilangan kalsium dapat raih 50% waktu sudah raih umur 70 tahun.

Kepentingan akan zat besi dan kalsium penting untuk kesehatan tubuh. Hal itu bisa didapat dari sayur, buah, sampai ikan. Selain itu, susu tinggi kalsium berguna juga, khususnya untuk memperkuat tulang dan baik untuk perubahan anak. Seringkali di saat perubahan anak, orang-tua memberikan makanan yang mempunyai kandung kalsium tinggi dan beberapa susu berkalsium.

Dari sisi untuk anak-anak, ada pula susu yang tinggi akan kalsium untuk dewasa dan orang-tua yang baik untuk kesehatan tulang. Susu memang menjadi opsi yang cocok untuk Anda yang kurang menyukai buah atau sayur. Demikian, susu bukan hanya untuk pengiring makanan sehat, tapi jadi pilihan dan menambahkan konsumsi gizi.

Gaya hidup sehat telah lama jadi pilihan gaya hidup anak-anak muda Indonesia. Saat kita cenderung makin banyak ada di rumah, gaya hidup sehat sudah seharusnya jadi pilihan cara hidup anak muda untuk menjaga tubuh terus sehat dan lepas dari penyakit. Terkecuali aktif berolahrga, menjaga kegiatan rutin makan sehat ialah segi dari landasan gaya hidup sehat dalam usaha membuat kesehatan yang optimal untuk angkatan muda Indonesia.

Untuk memperkuat landasan itu, kita juga harus semakin memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi agar dapat mencakup semua kepentingan gizi makro (makronutrien, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak) dan gizi mikro (mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral). Ingat-ingatlah bila makanan atau minuman yang dikonsumsi tidak berarti hanya untuk penuhi kepentingan energi saja, tapi juga harus penuhi makronutrien atau mikronutrien penting.

Capai usia 30 tahun, persoalan kesehatan sering menghantui diri Anda. Salah satunya adalah osteoporosis atau biasa kita kenal dengan pengeroposan tulang. Beberapa sumber kerap kali mengaitkan penyakit ini dengan susu tinggi kalsium.

Lantas apa tulang keropos itu? Berdasarkan info dr. Ervina Hasti Widyandini, Head of Medical Nutrition for Special Needs, tulang keropos berjalan waktu tulang kehilangan mineral kalsium sampai kepadatan tulang berkurang dengan berkelanjutan.

Keadaan ini semakin riskan menggempur wanita, ditambahkan lagi wanita yang sedang hamil dan melahirkan karena kalsium di tubuhnya akan semakin berkurang.

Seterusnya, dr. Ervina menjelaskan bila pengeroposan tulang sering berjalan di daerah panggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Risikonya jika berjalan pengeroposan tulang dalam tempat panggul, beberapa tulang yang sudah remuk tidak dapat sembuh.

Oleh karena itu, penting untuk Anda untuk meredam penyakit ini sejak sedini peluang. Lebih baik meredam dibandingkan mengobati, kan?

Untuk menghindari pengeroposan tulang, tubuh Anda membutuhkan mineral kalsium yang cukup. Mengapa susu tinggi kalsium berbeda dengan susu biasa? Tentunya karena memiliki konsumsi kalsium yang cukup.

Rajin konsumsi susu tinggi kalsium akan memberikan banyak manfaat untuk tubuh seperti menjaga massa tulang, meredam osteoporosis, sampai membuat perlindungan dari beberapa penyakit.

Tapi, tidak cuma kalsium, tubuh kita membutuhkan beberapa nutrisi lainnya agar lengkap dan seimbang.

Untuk kepentingan tulang, vitamin D dan magnesium betul-betul diperlukan untuk meredam berjalannya beberapa hal yang dapat juga berjalan waktu usia Anda semakin bertambah seperti badan pegal dan mudah lelah.