Ayo Cegah Osteoporosis Pada Lansia

Osteoporosis pada lansia merupakan kasus yang sering terjadi. Perlu mengetahui penyebab terjadinya osteoporosis untuk dapat melakukan pencegahan yang tepat. Berikut penjelasan mengenai osteoporosis.

Definisi Osteoporosis

Kerapuhan tulang (Osteoporosis) adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan penurunan massa dan densitas tulang serta gangguan arsitektur tulang normal. Berkurangnya kekuatan tulang, maka risiko terjadinya fraktur akan meningkat .World HealthOrganization (WHO) memasukkan osteoporosis pada lansia dalam daftar 10 penyakit degeneratif utama di dunia. Tercatat bahwa terdapat kurang lebih 200 juta pasien di seluruh dunia yang menderita osteoporosis. Kejadian osteoporosis palin

Penyebab osteoporosis

Kekurangan asupan jangka panjang merupakan penyebab utama mengalami resiko osteoporosis. Asupan kalsium saat masa pertumbuhan akan menentukan komposisi tulang dimasa selanjutnya yang dapat diperparah dengan asupan kalsium hingga dewasa yang tidak pernah tercukupi. Saat usia menginjak 25 tahun keatas pertumbuhan tulang sudah maksimal sehingga penting untuk mencukupi kebutuhan kalsium sejak dini. Saat memasuki usia lansia masa tulang akan mengalami penurunan sehingga ada peningkatan untuk kebutuhan kalsium.

Faktor resiko osteoporosis

  • Ada riwayat fraktur

Orang yang memiliki riwayat fraktur cenderung mempunyai massa tulang yang lebih rendah daripada orang yang tidak pernah mengalami fraktur, sehingga akan lebih berisiko mengalami osteoporosis.

  • Usia

Setelah usia 30 tahun, massa tulang yang hilang akan lebih banyak daripada massa tulang yang dibentuk, sehingga dengan meningkatnya usia, massa tulang akan semakin berkurang. Periode menopause berpengaruh terhadap massa tulang karena adanya penurunan jumlah hormon estrogen dan progesteron. Dengan adanya penurunan estrogen sebagai pelindung massa tulang, maka massa tulang akan lebih cepat berkurang. Terjadinya menopause yang lebih awal akan mengakibatkan penurunan massa tulang yang lebih awal pula.

  • Jenis kelamin

Jenis kelamin wanita memiliki risiko untuk terjadinya osteoporosis 4,88 kali lebih besar daripada jenis kelamin pria. Wanita mengalami suatu periode menopause sedangkan laki-laki memiliki puncak massa tulang yang lebih besar dan cenderung memiliki massa otot yang lebih besar dibandingkan wanita.

Gejala osteoporosis

  1. Postur bungkuk

Postur punggung bungkuk seperti sering terlihat pada lansia. Namun hal itu bukannya wajar terjadi tetapi memang ada defisiensi kalsium pada lansia dengan postur bungkuk.

  • Menurunya tinggi badan

Pada dasarnya tinggi badan tidak bisa mengalami penyusutan tetapi ketika komposisi tulang menurun akan membuat struktur tulang rapuh dan bisa membuat panjang tulang berkurang. Efek dari postur bungkuk juga mempengaruhi tinggi badan lansia sehingga terlihat penurunan tinggi badan.

  • Sering mengalami cidera atau keretakan tulang

Kejadian yang tidak sengaja seperti benturan, tersandung, mengangkat beban yang berat yang dilakukan lansia dapat menyebabkan cidera atau keretakan tulang. Biasanya cidera atau keretakan tulang terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan atau tulang pangkal paha.

  • Sakit punggung

Lansia merasakan sakit punggung yang berkepanjangan perlu diperhatikan karena merupakan salah satu gejala terjadinya osteoporosis.

Cara pencegahan osteoporosis pada lansia

  1. Mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D

Dalam menjaga kepadatan tulang kalsium dapat bekerja dengan bantuan vitamin D. Mengkonsumsi kalsium cukup baik dari makanan sehari-hari ataupun dari tambahan kalsium,pada umumnya aman kecuali pada pasien dengan hiperkalsemia atau nefrolitiasis. Kalsium pada bahan makanan dapat ditemukan di susu dan hasil olahnya, ikan, udang, kerang, kepiting, kacang-kacangan, daun singkong, bayam. sawi dan daun lamtoro. Sedangkan untuk vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari. Untuk bahan makanan yang mengandung vitamin D adalah susu dan margarin yang difortifikasi, kuning telur, hati, ikan berlemak. Anjuran komsumsi kalsium sehari untuk usia 19-49 tahun adalah 1000 mg, dan usia 50 keatas adalah 1200 mg.

  • Melakukan aktifitas fisik

Latihan fisik harus mempunyai unsur pembebanan pada anggota tubuh/ gerak dan penekanan pada aksis tulang seperti jalan, joging, aerobik atau jalan naik turun bukit. Pada laki-laki dengan latihan fisik berat dan berat dapat terjadi kehilangan massa tulang. Hindari faktor yang dapat menurunkan absorpsi kalsium, meningkatkan resorpsi tulang, atau mengganggu pembentukan tulang, seperti merokok, minum alkohol dan mengkonsumsi obat yang berkaitan dengan terjadinya osteoporosis.

Susu dengan tinggi kalsium bantu menurunkan resiko osteoporosis pada lansia

Prosteo plus susu tinggi kalsium sebesar 65% AKG. Kalsium yang terkandung pada prosteo plus berasal dari kalsium susu yang 100% diserap oleh tubuh. Kalsium ini merupakan kalsium alami. Selain itu, kandunggan vitamin D dan fosfor. Prosteo plus susu yang rendah lemak dan bebas kolesterol sehingga aman dikonsumsi termasuk seseorang yang sedang menjalani diet rendah lemak. Prosteo plus hadir dengan dua varian rasa yaitu vanilla dan cokelat serta sudah berlabel grass fed.

susu tinggi kalsium

Informasi selengkapnya mengenai produk bisa klik dibawah ini

http://yPj)SsSfdvEp)*dwA!3fMH7Di

Referensi:

Yatim, F, 2000. Osteoporosis Penyakit Kerapuhan Tulang Pada Lansia. Jakarta: Depkes RI

FKM UI, 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKMUI

Zaviera, F. 2008. Osteoporosis: Deteksi Dini, Penanganan dan Terapi Praktis,
Yogyakarta : Kata Hati